Wereng dan Penghisap Daun

Kacang tanah

Wereng dan Penghisap Daun

Cicadellidae

Serangga

Ringkasan

  • Area sel mati pada bilah daun di sekitar titik bekas gigitan.
  • Area menguning di tepian daun.
  • Terkadang daunnya melengkung.

Dapat juga ditemukan di

22 Tanaman
Apel
Buncis
Pare
Kanola
Lebih banyak

Wereng dan Penghisap Daun

Kacang tanah

Gejala

Kerusakannya menyerupai tanggapan tanaman terhadap stres kekeringan atau kekurangan unsur hara. Wereng daun memakan bagian bawah daun. Cedera biasanya dimulai dengan area klorosis (penguningan) yang berkembang di sekitar titik gigitan dan sedikit menggulung tepi daun. Umumnya, gejalanya dikenal sebagai luka bakar wereng. Selanjutnya, area klorotik meluas ke seluruh helai daun. Daun mungkin melengkung ke bawah dan akhirnya gugur. Hal ini menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat dan dapat mengurangi hasil buah.

Rekomendasi

Pengendalian hayati

Gunakan spesies serangga parasit seperti Anagrus atomus sebagai metode pengendalian hayati. Serangga yang menguntungkan seperti kepik dan sayap jala adalah pemangsa telur dan larva. Gunakan bioinsektisida yang mengandung spesies jamur parasit seperti Metarhizium anisopliae, Beauveria bassiana, Paecilomyces fumosoroseus, dan Verticillium lecanii untuk mengendalikan serangan akut. Sabun insektisida juga bekerja dengan baik, Spinosad sebanyak 0,35 ml.

Pengendalian kimiawi

Selalu pertimbangkan pendekatan terpadu berupa tindakan pencegahan bersama dengan perlakuan hayati jika tersedia. Perlakuan benih dengan insektisida spesifik berbahan dasar chlorpyrifos (2,5 ml/l), fipronil atau flonicamid menunjukkan hasil positif dalam mengendalikan populasi wereng. Jika diterapkan pada tanah, insektisida ini bisa membunuh serangga yang hidup di sana, mencegahnya menyerang akar, dan juga memberikan perlindungan pada tanaman itu sendiri. Pelakuan pencegahan termasuk pemberian pada tanaman 30, 45, 60 hari setelah tanam. Chlorantraniliprole + Lambda-Cyhalothrin @ 0,5ml/l, Lambda-Cyhalothrin @ 1 ml atau Cypermethrin @ 1 ml per liter air juga dapat diterapkan 1 atau 2 kali pada tahap selanjutnya dari tanaman.

Apa penyebabnya?

Kerusakan tersebut disebabkan oleh beberapa spesies wereng daun Amrasca. Mereka sebagian besar merupakan hama rumah kaca dan bahkan dalam jumlah rendah dapat menyebabkan kerusakan. Wereng daun dewasa berwarna hijau, dengan besar sekitar 3-4 mm, dan bertahan selama musim dingin pada tanaman hijau. Betinanya bertelur di dalam jaringan pembuluh daun, sebagian besar di sisi bawah daun. Larvanya menetas setelah satu hingga empat minggu. Nimfa dan wereng dewasa merusak inangnya dengan menghisap jaringan tanaman. Saat menghisap, serangga menyuntikkan senyawa beracun yang dapat menyebabkan pembuluh tanaman tersumbat, itulah sebabnya gejalanya menyerupai kekurangan air atau unsur hara.


Tindakan Pencegahan

  • Pastikan Anda mendapatkan tanaman yang sehat, karena wereng daun mudah ditemukan berupa telur yang tersembunyi di jaringan tanaman.
  • Gunakan varietas yang lebih tahan terhadap gigitan serangga.
  • Pantau dengan mencari kulit larva kosong di bagian bawah daun.
  • Pungut dan buang telur atau bagian tanaman yang terinfeksi.
  • Sebagai tambahan, gunakan perangkap lengket kuning yang sangat menarik bagi wereng daun hijau.
  • Kontrol penggunaan insektisida karena hal ini juga dapat mempengaruhi serangga yang menguntungkan.
  • Cobalah untuk menciptakan lingkungan yang baik untuk serangga yang bermanfaat seperti kepik dan serangga sayap jala.

Unduh Plantix