Penyakit Filodi

SESAME

Penyakit Filodi

Candidatus Phytoplasma

Lainnya

Ringkasan

  • Bunga berubah menjadi daun hijau kecil.
  • Tanaman menjadi rimbun seperti semak dan bunganya tidak menghasilkan biji.
  • Serangan berat bisa menyebabkan kehilangan hasil panen yang besar.
  • Penyakit menyebar lewat wereng daun saat cuaca lembap dan musim hujan.

Dapat juga ditemukan di

0 Tanaman

Penyakit Filodi

SESAME

Gejala

Bunga yang normalnya menghasilkan biji berubah menjadi kumpulan daun kecil berwarna hijau. Tanaman menjadi rimbun, kerdil, dan jarak antar daun memendek. Daun tetap kecil dan tanaman terus menghasilkan tunas baru di bagian atas. Bunga yang terbentuk menjadi mandul dan tidak bisa menghasilkan biji. Pada beberapa tanaman muncul gejala seperti “sapu penyihir”, yaitu banyak tunas tipis tumbuh bergerombol.

Rekomendasi

Pengendalian hayati

Tidak ada pengobatan untuk tanaman yang sudah terinfeksi fitoplasma. Gunakan minyak nimba sebagai pengendalian awal terhadap wereng daun. Semprotkan saat wereng pertama terlihat dan ulangi setiap 10–15 hari selama periode serangan tinggi. Gunakan insektisida kimia hanya jika populasi melebihi ambang batas. Cari musuh alami setempat, seperti serangga predator atau parasitoid, yang bisa membantu mengendalikan hama.

Pengendalian kimiawi

Tidak ada obat untuk penyakit fitoplasma setelah tanaman terinfeksi. Pengendalian kimiawi difokuskan pada pencegahan infeksi dengan membunuh wereng daun sebelum menyebarkan penyakit. Lakukan penyemprotan pertama saat populasi wereng mulai muncul. Ulangi setiap 15 hari selama periode lembap. Fokus pengendalian pada pencegahan peningkatan populasi wereng. Pantau cuaca dan tingkatkan pengendalian sebelum musim hujan. Hentikan penggunaan insektisida setelah gejala penyakit muncul karena sudah terlambat untuk mencegah infeksi.

Apa penyebabnya?

Penyakit filodi disebabkan oleh fitoplasma, organisme mirip bakteri yang hidup di dalam sel tanaman. Fitoplasma tidak mampu bertahan hidup di luar tanaman dan tidak bisa bergerak sendiri. Penyebarannya bergantung pada wereng daun yang membawa fitoplasma dari tanaman sakit ke tanaman sehat. Kelembapan tinggi (lebih dari 85%), curah hujan tinggi, dan suhu sejuk antara 20–25°C sangat mendukung perkembangan fitoplasma dan aktivitas wereng daun. Fitoplasma membutuhkan waktu 15–63 hari untuk berkembang di dalam tubuh wereng daun dan 13–61 hari untuk menimbulkan gejala pada tanaman wijen. Setelah wereng dewasa membawa fitoplasma, serangga itu bisa menularkan penyakit sepanjang hidupnya. Hanya wereng dewasa yang bisa menyebarkan penyakit, sedangkan nimfa tidak. Filodi termasuk salah satu penyakit paling merusak pada wijen di seluruh dunia. Nama filodi berasal dari gejala utama berupa perubahan bunga menjadi struktur menyerupai daun yang disebut filoid.


Tindakan Pencegahan

  • Gunakan varietas tahan penyakit.
  • Pakai benih sehat dan bebas penyakit dari sumber yang jelas.
  • Hindari penanaman saat populasi wereng daun sedang tinggi.
  • Lakukan tumpangsari wijen dengan kacang gude dalam perbandingan 6:1.
  • Kendalikan populasi wereng daun dengan pemantauan rutin.
  • Pastikan drainase lahan baik agar kelembapan berkurang.
  • Segera buang dan musnahkan tanaman yang terinfeksi.
  • Bersihkan gulma yang bisa menjadi inang fitoplasma.
  • Lakukan rotasi tanaman dengan tanaman yang bukan inang.

Unduh Plantix