Ulat Jengkal Hitam

TEA

Ulat Jengkal Hitam

Hyposidra talaca

Serangga

Ringkasan

  • Daun menjadi tipis dan tembus pandang.
  • Serangan makan terjadi dari luar menuju tengah semak.
  • Pengguguran daun total yang membuat semak tampak gundul dan terbakar.
  • Larva berwarna hitam dengan bintik-bintik putih yang tampak seperti garis-garis.

Dapat juga ditemukan di

5 Tanaman
Jeruk
Kopi
Jambu biji
Mangga
Lebih banyak

Ulat Jengkal Hitam

TEA

Gejala

Awalnya, larva kecil memakan bagian lunak daun, sehingga daun tampak seperti lapisan tipis dan tembus pandang. Saat tumbuh, larva memakan seluruh daun, dimulai dari bagian luar dan bergerak menuju bagian tengah semak teh. Jika jumlahnya banyak, mereka dapat menghabiskan semua daun semak teh. Hal ini membuat semak teh tampak gundul dan terbakar. Ketika daun dimakan berulang kali, semak teh menjadi lebih lemah, kualitas teh yang dipanen menurun, dan tanaman lebih mudah diserang oleh hama dan penyakit lainnya.

Rekomendasi

Pengendalian hayati

Beberapa musuh alami ulat jengkal hitam telah ditemukan dan dapat digunakan dalam rencana Pengelolaan Hama Terpadu (PHT). Tawon parasit (misalnya Cotesia ruficrus) meletakkan telurnya di dalam ulat. Jumlahnya paling banyak pada akhir musim gugur dan musim semi, yang merupakan saat populasi ulat juga meningkat. Kepik predator (misalnya Eocanthecona furcellata) memakan larva ulat dan aktif sepanjang musim, tetapi paling umum dari Juni hingga September. Musuh alami ini dapat dibiakkan dalam jumlah besar untuk dilepaskan di lahan perkebunan. Selain itu, virus yang disebut Hyposidra talaca nucleopolyhedrovirus (HytaNPV) merupakan insektisida alami yang menjanjikan. Uji lapangan menunjukkan bahwa penggunaan 800–1000 ml per hektar sangat mengurangi populasi ulat. HytaNPV dianggap sebagai pengganti insektisida kimia yang aman dan efektif dalam program PHT.

Pengendalian kimiawi

Selalu pertimbangkan pendekatan terpadu dengan tindakan pencegahan bersama dengan pengendalian hayati jika tersedia. Pengelolaan hama ulat jengkal hitam secara historis sangat bergantung pada insektisida sintetis. Namun, resistensi terhadap berbagai kelas kimia merupakan masalah serius dan terus meningkat di sebagian besar wilayah penghasil teh. Lakukan rotasi kelas insektisida untuk memperlambat perkembangan resistensi lebih lanjut dan selalu gunakan insektisida sesuai petunjuk pada label.

Apa penyebabnya?

Kerusakan ini disebabkan oleh larva ngengat penggulung hitam, Hyposidra talaca, yang juga dikenal sebagai ulat jengkal hitam. Ngengat dewasa tampak seperti daun kering yang membantunya bersembunyi. Ngengat betina meletakkan kelompok telur yang besar (sekitar 250) di bawah kulit kayu yang lepas, lumut, atau di akar pohon peneduh di perkebunan teh. Mereka tidak meletakkan telur langsung di tanaman teh. Ketika telur menetas, larva kecil berwarna hitam dengan bintik-bintik putih berbentuk cincin jatuh dari pohon peneduh dan mulai memakan daun teh. Hama ini memiliki banyak generasi dalam setahun (6 hingga 8). Itulah sebabnya hama ini selalu ada di tanaman teh. Wabah lebih mungkin terjadi ketika cuaca hangat, ketika ada pohon peneduh, dan ketika terlalu banyak semprotan insektisida sintetis digunakan, yang membunuh musuh alami hama tersebut. Perubahan iklim juga menyebabkan wabah yang lebih sering terjadi di wilayah penanaman teh di dekat daerah Himalaya.


Tindakan Pencegahan

  • Pantau semak teh dan pohon peneduh secara teratur untuk mendeteksi tanda-tanda awal serangan larva atau kumpulan telur pada kulit kayu.
  • Pilih spesies pohon peneduh dengan hati-hati.
  • Hindari pohon peneduh yang sangat tinggi, karena peletakan telur terbukti meningkat seiring dengan ketinggian pohon.
  • Terapkan pendekatan Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) yang menggabungkan metode budidaya, mekanis, biologis, dan kimia.
  • Minimalisir penggunaan insektisida spektrum luas yang tidak perlu untuk melestarikan populasi musuh alami dalam ekosistem perkebunan.

Unduh Plantix