Phytophthora colocasiae
Jamur
Tanda pertama penyakit ini adalah munculnya bercak cokelat kecil dengan tepi basah serta lingkaran kuning pucat di sekelilingnya. Bercak biasanya muncul di bagian daun yang sering menahan air. Awalnya kecil, namun berkembang sangat cepat menjadi bercak bulat besar berwarna cokelat yang bisa menutupi lebih dari separuh daun. Gejala yang sangat khas adalah keluarnya cairan berwarna jingga cerah atau merah kecokelatan dari area yang terinfeksi. Cairan ini paling mudah terlihat pada bagian bawah daun. Sepanjang siang hari, cairan tersebut mengering, mengeras, dan berubah menjadi cokelat gelap. Ketika bercak terus membesar, seluruh daun bisa hancur. Daun juga bisa berlubang-lubang dan dikelilingi cincin putih seperti tepung. Tangkai daun (petiole) menunjukkan bercak atau luka berwarna gelap kemerahan. Apabila infeksi mencapai umbi talas di bawah tanah, umbi akan berubah warna menjadi cokelat dan terasa padat, tapi setelah dipanen umbi tersebut akan cepat mengalami pembusukan.
Berbagai spesies Trichoderma menunjukkan hasil yang sangat baik sebagai agen pengendalian hayati. Sebelum tanam, rendam umbi anakan (cormels) dalam larutan Trichoderma. Siapkan ekstrak tanaman dengan konsentrasi 10–20 mg/ml. Gunakan ekstrak tersebut sebagai semprotan pencegahan sebelum gejala penyakit muncul. Bahan tanam sebaiknya diberi perlakuan agen hayati terlebih dahulu sebelum ditanam. Penggunaan beberapa jenis agen hayati secara bersamaan sering menghasilkan pengendalian yang lebih efektif.
Pengendalian secara kimia sering kali kurang praktis untuk mengendalikan hawar daun talas. Hujan yang sering turun bisa dengan cepat membilas fungisida dari permukaan tanaman, sehingga penyemprotan berulang menjadi mahal dan kurang efektif. Penggunaan varietas yang tahan penyakit umumnya lebih bisa diandalkan dibandingkan penyemprotan bahan kimia. Gunakan fungisida yang telah disetujui untuk wilayah setempat sebagai tindakan pencegahan sebelum gejala penyakit muncul. Mulailah penyemprotan saat kondisi cuaca mendukung perkembangan penyakit. Jika memungkinkan, ulangi penyemprotan setiap kali hujan lebat reda. Pastikan bagian bawah daun terkena semprotan dengan baik karena infeksi biasanya dimulai dari area tersebut. Gunakan volume semprot yang tinggi agar seluruh permukaan tanaman terlindungi dengan baik. Pertimbangkan biaya dan manfaat pengendalian karena cara ini mungkin kurang ekonomis bagi petani skala kecil.
Hawar daun talas disebabkan oleh Phytophthora colocasiae, sejenis organisme mirip jamur yang hidup dan berkembang dengan baik pada kondisi basah. Patogen ini menyebar dari satu tanaman ke tanaman lainnya melalui percikan air hujan dan hujan yang terbawa angin. Spora yang sangat kecil mendarat pada daun dan tangkai daun, lalu berkecambah dengan cepat dalam kondisi lembap. Pada lahan talas yang tergenang, penyakit menyebar lebih cepat melalui air genangan yang membawa spora ke tanaman sehat. Penyakit ini sangat menyukai cuaca hangat dan hujan. Penyebaran paling cepat terjadi saat kelembapan udara tetap di atas 90% dan suhu mencapai sekitar 30°C. Patogen bisa bertahan hidup di jaringan tanaman dan di dalam tanah, sehingga sulit diberantas setelah masuk ke lahan. Patogen juga bisa bertahan di dalam umbi yang terinfeksi selama musim tidak tanam, lalu memulai infeksi baru ketika umbi tersebut ditanam kembali. Selain talas, patogen ini juga menyerang talas umbi besar (dasheen) dan beberapa tanaman kerabat lainnya yang bisa menjadi sumber infeksi. Hawar daun talas merupakan penyakit paling merusak pada tanaman talas di seluruh dunia.