Phytophthora palmivora
Jamur
Bercak cokelat bulat biasanya muncul di bagian atas atau bawah polong. Dalam 1–2 minggu, bercak ini menyebar dan menutupi seluruh polong. Saat kondisi lembap, muncul lapisan spora putih tipis di area bercak. Tercium bau “amis” yang kuat dari polong kakao yang sakit. Polong kemudian berubah menjadi hitam, mengering, dan menjadi mumi tapi tetap menempel di pohon. Biji kakao di dalam polong muda membusuk, sedangkan polong tua kadang masih punya biji sehat. Tunas muda bisa menghitam cepat dan mati. Pada batang terlihat bercak cokelat oval dengan bagian bawah kulit kayu berwarna merah muda hingga merah anggur. Daun dapat berubah warna mengikuti urat daun. Pangkal batang bisa menunjukkan luka cokelat basah dengan getah lengket berwarna cokelat kemerahan.
Seperti fungisida kimia, pengendalian hayati paling efektif jika dilakukan sebelum polong terinfeksi. Beberapa jenis Trichoderma terbukti membantu menekan jamur ini jika digunakan secara rutin sebagai tindakan pencegahan.
Fungisida kimia bisa membantu mengendalikan penyakit, tapi hasil terbaik dicapai jika digabung dengan cara budidaya yang baik. Pencegahan selalu lebih murah dan lebih efektif dibanding mengobati tanaman yang sudah sakit. Penyemprotan dilakukan sebelum musim hujan dan saat fase bunga hingga polong berkembang. Semprot setiap 3–4 minggu saat musim hujan. Pada kasus berat, lakukan 6–8 kali penyemprotan per musim. Dosis tinggi bisa diberikan pada batang dan cabang utama sebelum musim hujan. Injeksi pada batang satu kali per musim bisa sama efektifnya dengan beberapa kali penyemprotan.
Penyebab busuk polong hitam adalah jamur Phytophthora palmivora yang hidup di tanah dan menyerang seluruh tanaman. Penyakit ini menyerang polong, batang, tunas, daun, dan akar pada semua umur. Spora menyebar lewat angin dan percikan air hujan, dan sangat berkembang saat kelembapan tinggi sehingga musim hujan menjadi waktu utama penyebaran. Penyebaran juga terjadi melalui kontak langsung antar bagian tanaman, tanah, dan alat yang terkontaminasi.