Kekurangan Fosfor - Kubis

Kubis

Kekurangan Fosfor

Phosphorus Deficiency


Ringkasan

  • Daun ungu - mulai dari tepian.
  • Daun mengeriting.
  • Pertumbuhan terhambat.

Gejala

Gejala-gejala kekurangan fosfor dapat muncul pada semua tahap namun lebih jelas pada tanaman muda. Tidak seperti unsur hara lain, gejala kekurangan fosfor umumnya tidak terlalu mencolok dan mungkin sulit diidentifikasi. Dalam kasus ringan, indikasi yang memungkinkan adalah tanaman kerdil atau terhambat pertumbuhannya. Namun, tidak ada gejala yang jelas terlihat pada daun. Dalam kasus parah, batang dan tangkai daun menunjukkan perubahan warna hijau tua hingga ungu. Sisi bawah dari daun yang lebih tua juga menunjukkan pigmentasi ungu, dimulai dari ujung dan tepi dan kemudian meluas ke seluruh helai daun. Daun-daun ini mungkin menjadi kasar dan pembuluh daun mungkin membentuk jejaring cokelat. Dalam beberapa kasus, kekurangan fosfor ditandai oleh ujung yang seperti terbakar dan berkembangnya bercak-bercak klorosis dan nekrotik pada tepi daun. Bunga dan buah diproduksi, namun hasil panen buah rendah.

Penyebab

Ada perbedaan kerentanan terhadap kekurangan fosfor antara tanaman yang berbeda. Akar menyerap ion fosfat ketika terlarut dalam air tanah. Tanah berkapur dengan konsentrasi kalsium tinggi dapat memiliki kandungan fosfor rendah. Namun secara umum, penyebab kekurangan adalah ketersediaan unsur hara yang terbatas karena fosfor melekat pada partikel tanah dan tidak dapat diserap oleh tanaman. Tanah basa maupun asam dapat memiliki ketersediaan fosfor yang rendah. Tanah dengan bahan organik rendah atau tanah kaya kandungan besi juga dapat menimbulkan masalah. Cuaca dingin yang menghambat perkembangan dan fungsi akar yang tepat juga dapat menyebabkan gangguan ini. Kondisi kekeringan atau penyakit yang membatasi penyerapan air dan unsur hara oleh akar dapat menyebabkan gejala-gejala kekurangan fosfor. Kelembapan tanah meningkatkan penyerapan unsur hara ini dan menghasilkan hasil panen yang jauh labih tinggi.

Pengendalian hayati

Kandungan fosfor dalam tanah dapat dipulihkan dengan mengaplikasikan pupuk kandang atau material lain (mulsa organik, kompos atau guano) atau kombinasi dari bahan-bahan tersebut. Mengubur sisa-sisa tanaman ke tanah setelah panen juga dapat membantu menjaga keseimbangan fosfor dalam jangka panjang dan memperbaiki struktur tanah. Dekomposisi bahan organik memberi pasokan fosfor yang tersedia untuk tanaman secara stabil.

Pengendalian kimiawi

Perbaikannya tidak mahal dan ada banyak pilihan yang dapat dengan mudah diaplikasikan untuk mengurangi masalah kekurangan fosfor. Fosfor diaplikasikan pada tanaman dalam bentuk fosfat bersama dengan nitrogen dan kalium (trio N-P-K dalam produk pupuk). Pengujian tanah disarankan untuk menentukan rasio dari setiap unsur hara ini, yang bervariasi berdasarkan jenis tanah, jenis tanaman dan konsentrasi nitrogen di tanah. Biasanya, disarankan untuk mengaplikasin fosfor dan kalium beberapa minggu sebelum menabur atau menanam. Nitrogen harus diaplikasikan beberapa kali selama pertumbuhan vegetatif.

Tindakan Pencegahan

  • Gunakan varietas yang efisien dalam menyerap fosfor dari tanah.
  • Pastikan pemupukan tanaman yang seimbang dan efisien.
  • Kubur sisa-sisa tanaman ke dalam tanah setelah panen.
  • Gunakan pendekatan terpadu dengan pupuk mineral dan organik untuk menjaga keseimbangan unsur hara tanah.
  • Beri kapur pada tanah jika diperlukan untuk mencapai pH tanah yang sesuai.