Kutu Kebul - Lainnya

Lainnya

Kutu Kebul

Aleyrodidae


Ringkasan

  • Bercak-bercak kuning pada daun.
  • Jamur hitam bertepung muncul.
  • Perubahan bentuk daun - mengeriting atau berbentuk mangkok.
  • Pertumbuhan terhambat.
  • Serangga kecil berwarna putih hingga kekuningan.

Gejala

Kutu kebul adalah hama yang umum pada berbagai varietas tanaman yang tumbuh di lahan terbuka atau rumah kaca. Baik kutu dewasa maupun nimfa menghisap getah tanaman dan mengeluarkan embun madu di daun, batang dan buah. Bercak klorotik dan jamur hitam terbentuk pada jaringan yang terserang. Selama serangan parah, bercak-bercak ini dapat menyatu dan menyebar ke seluruh daun, kecuali area di sekeliling pembuluh daun. Daun kemudian dapat berubah bentuk, mengeriting atau berbentuk mangkok. Beberapa kutu kebul menularkan virus seperti virus keriting daun kuning pada tomat atau virus garis cokelat pada singkong.

Penyebab

Ukuran kutu kebul sekitar 0,8 - 1 mm dan tubuh serta kedua pasang sayapnya ditutupi lilin berwarna putih hingga kekuningan seperti tepung. Mereka sering ditemukan di bagian bawah daun, dan, jika terganggu, akan muncul membentuk awan. Mereka berkembang dalam kondisi hangat dan kering, dan itulah mengapa mereka biasanya bukan merupakan masalah pada tanaman lahan terbuka. Telur diletakkan di sisi bawah daun. Nimfanya kuning hingga putih, berbentuk oval dan berwarna hijau pucat. Kutu kebul dewasa tidak dapat hidup tanpa memakan tanaman inang selama lebih dari beberapa hari. Hal ini menjadikan pengendalian gulma sebagai tindakan pengendalian populasi yang penting.

Pengendalian hayati

Solusi hayati akan beragam tergantung pada spesies kutu kebul yang terlibat dan jenis tanaman. Disarankan menggunakan insektisida alami berbasis minyak gula apel (Annona squamosa), piretrin, sabun insektisida, ekstrak kernel biji Mimba (NSKE 5%), atau minyak Mimba (5 ml/ l air). Tawon parasitoid Encarsia formosa, Eretmocerus eremicus, serangga sayap jala hijau umum Chrysoperla carnea, atau kumbang seperti Delphastus spp. juga umum digunakan. Musuh alami lain adalah tungau pemangsa, nematoda, serangga sayap jala hijau, kepik, orius, serangga bermata besar dan serangga damsel. Jamur patogenik termasuk Beauveria bassiana, Isaria fumosorosea, Verticillium lecanii dan Paecilomyces fumosoroseus.

Pengendalian kimiawi

Selalu pertimbangkan pendekatan terpadu berupa tindakan pencegahan bersama dengan perlakuan hayati jika tersedia. Kutu kebul cepat mengembangkan kekebalan terhadap semua pestisida, sehingga disarankan untuk merotasi produk yang berbeda. Terapkan produk yang berbasis kombinasi dari: bifentrin, buprofezin, fenoksikarb, deltametrin, azadiraktin, lamda sialotrin, sipermetrin, piretroid, pimetrozin atau spiromesifen untuk mengendalikan serangga tersebut. Perlu diketahui bahwa tindakan pencegahan biasanya cukup untuk mengurangi populasi ke tingkat yang tidak berbahaya.

Tindakan Pencegahan

  • Pantau lahan Anda dengan perangkap lengket kuning (50 per hektar).
  • Lakukan praktik tumpangsari dengan tanaman yang tidak rentan.
  • Gunakan tanaman pendamping yang menarik atau yang dapat mencegah kutu kebul (nasturtium, zinnia, semak burung kolibri, sage nanas, monarda).
  • Berkonsultasilah dengan tetangga Anda dan pastikan menabur pada waktu yang tepat, tidak terlalu awal atau terlambat.
  • Beri jarak yang lebih rapat pada saat menanam.
  • Amati tanda-tanda adanya kutu kebul pada saat membeli atau transplantasi tanaman baru.
  • Pastikan pemupukan yang seimbang.
  • Jangan gunakan insektisida berskala luas yang dapat mempengaruhi serangga yang bermanfaat.
  • Buang daun dengan telur atau larva di atasnya.
  • Pada tahap awal serangan, tempatkan perangkap berperekat di lahan untuk menangkap kutu kebul secara massal.
  • Kendalikan gulma dan inang alternatif di dalam dan sekitar lahan.
  • Buang sisa-sisa tanaman dari lahan atau rumah kaca setelah panen.
  • Rencanakan untuk membiarkan lahan tidak ditanami dalam waktu singkat pada suhu yang hangat.
  • Lapisan plastik rumah kaca penyerap sinar UV dapat mengurangi serangan.