Kutu Daun - Apel

ApelApel

Kutu Daun

Aphidoidea


Ringkasan

  • Dalam jumlah sedikit hingga sedang umumnya tidak berbahaya bagi tanaman.
  • Kerumunan kutu dalam jumlah banyak dapat menyebabkan kerusakan pada daun dan pucuk serta menghambat pertumbuhan tanaman.
  • Madu yang dihasilkan oleh kutu daun saat mereka memamah biak adalah sumber infeksi tambahan.
  • Kutu daun juga dapat menularkan virus secara terus-menerus dari satu tanaman ke tanaman lain.

Gejala

Dalam jumlah sedikit atau sedang umumnya tidak berbahaya bagi tanaman. Kerumunan kutu dalam jumlah banyak dapat menyebabkan daun dan pucuk mengerut, layu atau kuning dan pertumbuhan tanaman terhambat. Secara umum, penurunan daya tahan tanaman juga perlu diperhatikan. Madu yang dihasilkan kutu daun saat mereka memakan jaringan tanaman menyebabkan infeksi tambahan dengan jamur oportunistik di beberapa kasus. Madu memikat semut-semut. Bahkan kutu daun dalam jumlah kecil dapat menularkan virus dari satu tanaman ke tanaman lain secara terus-menerus. Kondisi optimal bagi pertumbuhannya adalah pada iklim yang kering dan hangat.

Tingkatkan hasil panen Anda dengan dokter tanaman seluler!

Dapatkan sekarang secara gratis!

Inang

Penyebab

Kutu daun adalah serangga kecil yang lunak dengan kaki-kaki dan antena panjang. Ukurannya berkisar 0,5 hingga 2 mm dan tubuhnya bisa berwarna kuning, cokelat, merah atau hitam, bergantung spesies. Wujudnya bervariasi dari varietas tanpa sayap, yang dominan secara umum, hingga jenis bersayap, berkilauan atau berbulu. Mereka biasanya hidup dan makan secara berkelompok di bagian bawah daun muda yang gemuk dan pucuk tunas. Mereka menggunakan bagian mulutnya yang panjang untuk menembus jaringan tanaman yang lunak dan menghisap cairan. Dalam jumlah kecil hingga sedang tidak akan merusak tanaman. Setelah serbuan awal pada akhir musim semi atau awal musim panas, populasi kutu daun biasanya berkurang secara alami karena ada musuh-musuh alamiah. Beberapa spesiesnya membawa virus-virus tanaman yang dapat menyebabkan perkembangan penyakit lain.

Pengendalian hayati

Serangga-serangga menguntungkan seperti kepik (kumbang kecil), sayap jala, kumbang tentara dan tawon parasitoid adalah mitra penting untuk mengendalikan populasi kutu daun. Musuh-musuh alami ini akan mengendalikan serangga penghisap tersebut dalam beberapa kondisi lahan. Dalam kasus jumlah kerumunan kutu yang sedikit, gunakan sedikit saja larutan sabun insektisida ringan atau larutan yang mengandung minyak nabati. Kutu daun juga sangat rentan terhadap penyakit jamur pada saat lembab. Sedikit semprotan air pada tanaman yang terserang juga dapat menghilangkannya.

Pengendalian kimiawi

Jika memungkinkan, selalu pertimbangkan pendekatan terintegrasi dengan tindakan-tindakan pencegahan bersamaan dengan perawatan biologis. Pemberian flonicamid dan air pada batang dengan perbandingan @ 1:20 pada 30, 45, 60 hari setelah tanam (HST) boleh direncanakan. Fipronil 2 ml atau thiamethoxam @ 0,2 g atau flonicamid @ 0,3 g atau acetamiprid @ 0,2 g (per liter air) juga dapat digunakan.

Tindakan Pencegahan

  • Peliharalah berbagai jenis varietas tanaman berbeda di sekitar lahan.
  • Gunakan mulsa reflektif untuk menghalau populasi kutu daun yang menyerang.
  • Pantau lahan secara rutin untuk melihat kemunculan wabah penyakit atau hama dan menentukan tingkat keparahannya.
  • Gunakan tangan untuk mengambil kutu daun dari tanaman atau buang bagian tanaman yang terinfeksi.
  • Periksalah gulma-gulma di dalam lahan maupun di sekitarnya.
  • Jangan menyiram atau memupuk secara berlebihan.
  • Kendalikan populasi semut yang melindungi kutu-kutu daun dengan pita berperekat.
  • Pangkas cabang-cabang pohon atau buang daun-daun bawah atau tanaman-tanaman Anda untuk membuka ventilasi kanopi.
  • Jika memungkinkan, pasang jaring-jaring untuk melindungi tanaman.
  • Kendalikan penggunaan insektisida agar tidak mempengaruhi serangga-serangga yang menguntungkan.
  • Singkirkan sisa-sisa tanaman dari kultur sebelumnya.